Karet Alam Natural Rubber

PENGEMBANGAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PEMBUATAN BARANG KARET BERBASIS LATEKS PRAVULKANISASI by D.Suparto, Y.Syamsu

Peningkatan konsumsi karet alam di dalam negeri dapat dipacu melalui pengembangan industri barang jadi lateks (BJL), mengingat komponen karet di dalam barang jadi lateks sangat dominan. Hingga saat ini secara global  industri barang jadi lateks baru mengkonsumsi sekitar 8% dari produksi karet alam dunia, sedangkan secara  domestik industri barang jadi lateks saat ini menyerap sekitar 17% dari konsumsi karet alam dalam negeri. 

Secara garis besar proses pembuatan barang jadi lateks dapat dipecah menjadi dua, yakni tahap penyiapan kompon lateks dan tahap pencetakan, vulkanisasi dan pengeringan. Tahap penyiapan kompon memerlukan kemampuan mengelola persediaan bahan baku berupa lateks pekat dan bahan kimia kompon serta pengetahuan yang cukup untuk meramu kompon sesuai kebutuhan dan barang jadi lateks yang akan diproduksi. Pada industri besar ke dua tahap proses tersebut dikerjakan secara terintegrasi, didukung oleh kapital dan SDM yang memadai.  Sementara itu bagi industri kecil  hal tersebut sering menjadi kendala.  Salah satu pendekatan yang banyak berkembang saat ini  di lingkungan industri karet adalah menggunakan ramuan bahan baku (kompon) yang siap pakai.  Ramuan demikian dikenal sebagai lateks pravulkanisasi, yakni kompon lateks yang telah mengalami proses vulkanisasi hingga tingkat tertentu sehingga industri pengguna tinggal melanjutkan proses pencetakan dan pengeringan. 

Ketersediaan lateks pravulkanisasi dengan karakteristik tertentu sesuai dengan barang jadi lateks tertentu perlu dikembangkan guna mendorong perkembangan IKM barang lateks. Proses pravulkanisasi membutuhkan sarana berupa reaktor pravulkanisasi yang memungkinkan proses berjalan optimal dan efisien pada suhu yang dikehendaki.  Selain melalui pengaturan kompon, rancang-bangun reaktor juga diperlukan dalam pembuatan lateks pravulkanisasi.

Kegiatan rancangbangun telah menghasilkan reaktor pravulkanisasi kapasitas 150 liter berpengaduk ganda dengan sumber  panas kompor gas.  Unit pembangkit panas terdiri atas tanki penampung media pemanas yang dilengkapi dengan  kompor gas sebagai sumber panas.  Tanki penampung media pemanas berkapasitas 80 liter, sekitar dua kali kebutuhan media pemanas yang kontak dengan reaktor.  Setelah dipanaskan media pemanas dipompakan dengan bantuan pompa roda gigi ke ruang bagian tengah reaktor (ruang media pemanas) mengalir secara spiral dari bawah ke atas. Energi dari media pemanas dipindahkan ke kompon lateks pravulkanisasi dan media pemanas kemudian disirkulasikan ke dalam ruang penampung media transfer panas untuk dipanaskan kembali.  Berdasarkan uji fungsi, untuk meningkatkan suhu bahan sebanyak 150 liter dari suhu ruang menjadi 70-80O C diperlukan waktu sekitas 30-45 menit, dicapai dengan mengatur kecepatan gas sumber bahan bakar.  Distribusi suhu dan kestabilan suhu tercapai dengan baik, diupayakan dengan mengatur pola aliran media pemanas sehingga mengalir secara spiral. Kontrol terhadap suhu dilakukan melalui mekanisme buka tutup salah satu saluran gas.

Reaktor pravulkanisasi yang dilengkapi kompor pemanas

Selain itu, telah dilakukan formulasi lateks pravulkanisasi untuk produk bag, sarung tangan rumah tangga dan balon. Lateks pravulkanisasi yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan sifat fisik  produk BJL.

 Tabel. Formula kompon lateks pravulkanisasi 

Bahan

Bag

Sarung Tangan

Balon

BG1

(bsk)

BG2

(bsk)

HG1

(bsk)

HG2

(bsk)

BL1

(bsk)

BL2

(bsk)

60% Lateks Pekat

100

100

100

100

100

100

10% KOH

0.4

0.4

0.4

0.4

0.4

0.4

20% Kalium laurat

0.4

0.4

0.4

0.4

0.4

0.4

20% Bahan penstabil

0.3

0.3

-

-

-

-

50% Sulfur

1.5

1

1.25

0.8

0.5

0.5

50% Bahan pencepat

1

0.7

1

0.7

0.8

0.5

50% ZnO

0.5

0.4

1

0.3

0.3

0.2

50% Antioksidan

1

0.5

1

0.6

1

1

 

Tabel. Sifat Fisik Vulkanisat  

 

Sifat fisik

Bag

Sarung Tangan

Balon

Kuat Tarik, MPa

25,5-27

25,9-27,6

24,0-24,9

Perpanjangan Putus, %

880-890

885-900

930-950